SEMARANG, Bertempat di LPMP Jateng, Srondol Semarang, 17 s.d. 20 Juni
2012, diadakan Bintek Penulisan Karya Tulis Ilmiah bagi guru SD dan SMP
se Jawa Tengah. Setiap Kabupaten/Kota, rata-rata mengirimkan 2 guru SD
dan 1 guru SMP. Dari Kabupaten Jepara, mengirimkan 1 orang guru SD dan 1 guru SMP.
Pelatihan penulisan karya tulis ilmiah ini, dilatih oleh
Praktisi-Praktisi yang sudah cukup berpengalaman. Diantaranya: Rustono,
Mulyadi, Slameto, Subyantoro dan lain-lain.
Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, guru SD dan SMP di Jawa Tengah menjadi lebih gemar menulis Kaya Tulis Ilmiah.
Semoga! ***
Selasa, 19 Juni 2012
Selasa, 05 Juni 2012
Peserta Kejurprov Catur 2012 dari Kabupaten Jepara, Tanggal 17 s.d. 22 Mei 2012 di Surakarta
Official :
1. Umar Chotob
2.
Soleh
Atlit Catur Senior
1.
Budi S. , dari Kecamatan Welahan
2.
Yusuf Afandi, dari Kecamatan Nalumsari
3.
Sugeng Prasetyo, dari Kecamatan Welahan
4.
Ansori, dari Kecamatan Kota Jepara
5.
Kundori, dari Kecamatan Mlonggo
6.
Willy Derek, dari Kecamatan Kembang
7.
Muhklisin, dari Kecamatan Kedung
Atlit Catur Yunior
1.
Anjar Sapu Jagat, dari Kec Tahunan
2.
Diana Rofiah, dari Kec Nalumsari
3.
Camelia Umar, dari Kec Kota Jepara
***
Rabu, 07 Maret 2012
SDN 4 Bategede Menjuarai Catur POPDA Kab Jepara 2012
JEPARA- Bertempat di Aula II (dua) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara, Senin 5 Maret 2012, mewakili Kecamatan Nalumsari, SDN 4 Bategede menjuarai pertandingan catur dalam rangka POPDA SD 2012 se-Kabupaten Jepara.
Melalui atlit putri, Lanabela Dewi Yuhana, Nalumsari menyabet juara pertama, pada kelompok putri. Sedangkan untuk kelompok putra, M. Khoirul Khakim berhasil mendapatkan juara kedua.
Berikut adalah hasil lengkap pertandingan catur untuk masing-masing kelompok;
I. Kelompok Putra, Jumlah Peserta 26 Atlit.
Juara : 1. Moh Hamdan, dari SDN 1 Karangaji,
Kedung
Kedung
2. M. Khoirul Khakim, dari SDN 4 Bategede,
Nalumsari
Nalumsari
3. Hasanudin, dari SDN 3 Pecangaan,
Pecangaan
Pecangaan
II. Kelompok Putri, Jumlah Peserta 24 Atlit.
Juara : 1. Lanabela Dewi Yuhana,
dari SDN 4 Bategede, Nalumsari
dari SDN 4 Bategede, Nalumsari
2. Izzatul Fauziyah,
dari SDN 1 Sidigede, Welahan
dari SDN 1 Sidigede, Welahan
3. Dita Angela Ayu Musfiroh,
dari SDN 2 Mantingan, Tahunan
dari SDN 2 Mantingan, Tahunan
Juara 1 (satu) untuk masing-masing kelompok berhak untuk dikirim/maju ke POPDA SD Jateng 2012 di Semarang, tanggal 9-13 April 2012. *****
Kamis, 09 Februari 2012
Team Catur SDN 4 Bategede, Memborong Juara POPDA SD 2012 Tingkat Kecamatan Nalumsari
Nalumsai (JEPARA), Bertempat di AULA UPT DISDIKPORA Kec Nalumsari, Kamis 9 Februari 2012, diadakan Seleksi Catur POPDA SD 2012 Tingkat Kecamatan Nalumsari. Tujuan dari seleksi catur ini, adalah untuk mencari bibit-bibit catur yang akan mewakili Kecamatan Nalumsari ke Tingkat Kabupaten Jepara, pada POPDA SD 2012, tanggal 5 Maret 2012. Seleksi Catur ini, pada kelompok putra diikuti 27 peserta, sedangkan pada kelompok putri 8 pesserta.
Dari hasil seleksi catur ini, atlit-atlit catur dari SDN 4 Bategede mendominasi di dua kelompok, putra dan putri. Delapan atlit yang dikirim, semuanya menempati rangking teratas, 1 (satu) sampai dengan 4 (empat).
Juara 1 sampai dengan 3, mendapatkan piagam penghargaan dari Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Nalumsari. Sedangkan juara 1 dan 2, selain mendapatkan piagam, juga berhak mewakili Kecamatan Nalumsari ke Tingkat Kabupaten Jepara.
Adapun hasilnya sebagai berikut:
Kelompok PUTRA
Juara: 1. Hendro Prasetiyo dari SDN 4 Bategede
2. Khoirul Khakim dari SDN 4 Bategede
3. M Khoirul Amin dari SDN 4 Bategede
Kelompok PUTRI
Juara: 1. Lanabela Dewi Yuhana dari SDN 4 Bategede
2. Diah Novitasari dari SDN 4 Bategede
3. Puji Lestari dari SDN 4 Bategede
***
Dari hasil seleksi catur ini, atlit-atlit catur dari SDN 4 Bategede mendominasi di dua kelompok, putra dan putri. Delapan atlit yang dikirim, semuanya menempati rangking teratas, 1 (satu) sampai dengan 4 (empat).
Juara 1 sampai dengan 3, mendapatkan piagam penghargaan dari Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Nalumsari. Sedangkan juara 1 dan 2, selain mendapatkan piagam, juga berhak mewakili Kecamatan Nalumsari ke Tingkat Kabupaten Jepara.
Adapun hasilnya sebagai berikut:
Kelompok PUTRA
Juara: 1. Hendro Prasetiyo dari SDN 4 Bategede
2. Khoirul Khakim dari SDN 4 Bategede
3. M Khoirul Amin dari SDN 4 Bategede
Kelompok PUTRI
Juara: 1. Lanabela Dewi Yuhana dari SDN 4 Bategede
2. Diah Novitasari dari SDN 4 Bategede
3. Puji Lestari dari SDN 4 Bategede
***
Rabu, 18 Januari 2012
Jadwal Seleksi POPDA SD 2012 Kecamatan Nalumsari
Selasa, 06 Desember 2011
Jadwal Ujian Nasional Th 2012
Penjadwalan Ujian Nasional (UN) Tahun 2012 ada sedikit perbedaan daripada tahun-tahun sebelumnya. Untuk UN 2012, mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika akan dijadwalkan masing-masing satu hari satu mapel. Dengan alasan, kedua mata pelajaran tersebut selama ini dianggap sulit oleh para siswa (peserta ujian).
UN tingkat SMA/MA akan dilaksanakan pada 16-19 April 2012. Sedangkan susulan 23-26 April 2012. Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB pada 23-26 April 2012, kemudian susulannya pada 30-4 Mei 2012. Jenjang SD/MI/SDLB, pada tanggal 7-9 Mei 2012, susulannya pada 14-16 Mei 2012.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pencetakan Naskah UN 2012 dari jenjang SD hingga SMA akan langsung dilaksanakan Panitia Pusat. ***
UN tingkat SMA/MA akan dilaksanakan pada 16-19 April 2012. Sedangkan susulan 23-26 April 2012. Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB pada 23-26 April 2012, kemudian susulannya pada 30-4 Mei 2012. Jenjang SD/MI/SDLB, pada tanggal 7-9 Mei 2012, susulannya pada 14-16 Mei 2012.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pencetakan Naskah UN 2012 dari jenjang SD hingga SMA akan langsung dilaksanakan Panitia Pusat. ***
Jumat, 02 Desember 2011
Menggalakkan kembali Program Kebun Sekolah
Program Kebun Sekolah pernah populer di era tahun delapan puluhan sampai dengan sembilan puluhan. Hampir di setiap lembaga pendidikan (sekolah), menyediakan tanahnya untuk dijadikan kebun sekolah.
Waktu itu, sekolah juga menyediakan “apotek hidup” untuk dijadikan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) untuk peserta didiknya. Disamping sebagai sarana pembelajaran praktek Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan penelitian pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Biologi).
Banyak manfaat yang bisa didapat guru dan peserta didik dengan adanya kebun sekolah. Yaitu di antaranya sebagai;
- Laboratorium alami, yaitu tempat warga sekolah untuk belajar mengamati, meneliti, dan bereksperimen.
- Usaha produktif sekolah yang dapat menambah pendapatan sekolah.
- Tempat warga sekolah mencari pengalaman kerja nyata yang dapat diaplikasikan dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
- Pelestarian ekosistem yang sangat mendukung pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (suistanable development).
Tapi, sudah beberapa tahun terakhir Program Kebun Sekolah tidak pernah terdengar lagi gaungnya. Kebun sekolah, sebagai media pembelajaran yang sangat bermanfaat sudah banyak dilupakan sekolah. Demikian juga dengan apotek hidup, yang tak lain adalah tanaman obat-obatan tradisional, sudah tergeser oleh pembangunan taman-taman sekolah.
Pembangunan taman-taman sekolah, yang rata-rata bertema air terjun atau air mancur kemudian ditambah patung-patung binatang ditambah dengan onggokan batu-batu padas tiruan, kemudian kalau ada tanamannya adalah tanaman bunga jenis palm. Semua itu dibangun dengan biaya yang cukup mahal, dan konon dengan maksud mengatas namakan keindahan lingkungan sekolah. Untuk kantor biasa, boleh jadi, maksud ini benar. Tapi tidak cocok untuk lembaga pendidikan (sekolah), yang butuh media beragam untuk metode pembelajaran yang bervariasi dan kadang harus praktek langsung dan nyata, tidak sekedar melihat gambarnya saja.
Pandangan yang keliru
Hiruk pikuk arus informasi dan kemajuan teknologi, telah mengaburkan pandangan yang keliru tentang hal-hal yang kelihatannya sepele, tapi justru membawa manfaat yang lebih besar bagi pembelajaran di sekolah. Banyak sekolah yang menarik iuran sumbangan pengembangan institusi yang memberatkan orang tua, hanya untuk membangun gedung-gedung yang bagus dan membeli alat-alat modern yang kadang kurang bermanfaat, dan tidak mampu menumbuhkan kreativitas siswa.
Mengejar status sekolah menjadi RSBI atau SBI, dengan meninggalkan proses pembelajaran yang lebih alami, hanya akan menyebabkan biaya tinggi, tapi manfaatnya “tidak tinggi”.
Kebun sekolah dan apotek hidup, yang ditata secara baik juga tak kalah indahnya dengan taman sekolah dengan biaya selangit. *** (Ysf)
Langganan:
Postingan (Atom)
