Selasa, 15 November 2011

Latihan Berternak Bekicot

1. SEJARAH SINGKAT

Bekicot berasal dari Afrika Timur, tersebar keseluruh dunia dalam waktu relatif singkat, karena berkembang biak dengan cepat. Bekicot tersebar ke arah Timur sampai di kepulauan Mauritius, India, Malaysia, akhirnya ke Indonesia. Bekicot sejak tahun 1933 telah ada disekitar Jakarta, sumber lain menyatakan bahwa bekicot jenis Achatina fulica masuk ke Indonesia pada tahun 1942 (masa pendudukan Jepang). Sampai saat ini, bekicot jenis Achanita fulica banyak terdapat di Pulau Jawa.

2. SENTRA PERIKANAN

Sentra peternakan bekicot banyak ditemukan di masyarakat pedesaan Jawa Timur, Bogor (Jawa Barat), Sumatera Utara dan Bali.

3. JENIS

Bekicot diternakkan umumnya jenis Achatina fulica yang banyak disenangi orang, karena bekicot jenis ini banyak mengandung daging. Konon di Eropa, bekicot jenis ini digunakan sebagai bahan baku makanan yang disebut Escargot. Escargot semula berbahan baku Helix pomatia. Karena Helix pomatia lama kelamaan sulit diperoleh maka bekicot jenis Achatina fulica menggantikannya sebagai bahan baku Escargot.

4. MANFAAT

Selain pakan ternak bekicot merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap. Masyarakat yang menggemari makanan dari bahan baku bekicot (sate bekicot, keripik bekicot ) adalah masyarakat Kediri. Disamping itu bekicot juga kerap dipakai dalam pengobatan tradisional, karena ekstrak daging bekicot dan lendirnya sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti abortus, sakit waktu menstruasi, radang selaput mata, sakit gigi, gatal-gatal, jantung dan lain-lain. Sedangkan kulit bekicot sangat mujarab untuk penyakit tumor. Sejenis obat yang dikenal berasal dari kulit bekicot, dinamakan Maulie., yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti kekejangan, jantung suka berdebar, tidak bisa tidur/insomania, leher membengkak dan penyakit kaum wanita termasuk keputihan
5. PERSYARATAN LOKASI
Lokasi perlu dipilih yang dekat dengan jalan, agar mudah penanganannya, baik saat pembuatan kandang, saat pengontrolan maupun penanganannya pascapanen, artinya pada saat membawa hasil panen tersebut tidak kesulitan dalam transportasinya. Lokasi yang sesuai untuk budidaya bekicot adalah lokasi yang basah serta lembab dan terlindung dari cahaya matahari secara langsung. Selain itu juga tanah yang disukai adalah tanah yang banyak mengandung kapur sebagai zat untuk pembentukan cangkang. 

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
  1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
    1. Perkandangan
      Walaupun lahan yang diperlukan tidaklah terlalu luas namun persyaratan mengenai kelembaban dan keteduhan perkandangan perlu diperhatikan, karena dalam aslinya dan untuk berkembang biak secara baik bekicot senang dengan keadaan yang lembab dan teduh. Kandang didirikan di tanah kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25–30 ° C. Cara pemeliharaan bekicot tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara terpisah, artinya bekicot yang kecil dipelihara terpisah dari yang besar. Bisa juga dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil dan besar dipelihara dalam satu kandang tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara terpisah resikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara lain untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk. Ada tiga cara berternak bekicot di dalam kandang, antara lain:
      1. Kandang kotak kayu
        Kandang terbuat dalam lembaran kayu tripleks yang berkaki. Untuk kerangkanya dapat digunakan kayu kaso. Ukuran panjang dan lebar kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut diberi kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dari dalam kandang. Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matahari.
      2. Kandang dari bak semen
        Pembuatan kandang ini sama dengan kandang kotak kayu. Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang dikeluarkan bekicot. Tebal lapisan tanah di dalam bak sekitar 30 cm. Zat-zat makanan yang diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam bak.
      3. Kandang galian tanah
        Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kandang dipilih yang agak kering. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yang rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu diberi lapisan pasir. Untuk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara pertama dan kedua, di atas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai penutup. Masa panen, bila kandangnya terbuat dari tanah galian, cara pengambilannya dilakukan dengan menggunakan galah yang bisa menjepit bekicot agar bekicot dan telurnya tidak rusak.
    2. Peralatan
      Alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan kandang: kayu, semen, bata pasir, kain kasa dan cangkul.
  2. Pembibitan
    Tidak semua jenis bekicot cocok untuk dibudidayakan. Dua jenis bekicot yang biasa diternakkan, yaitu spesies Achatina fulica dan Achatina variegata. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada tempurung/cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegata warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku.
    1. Pemilihan Bibit Calon Induk
      Jika bibit unggul belum tersedia maka sebagai langkah pertama dapat digunakan bibit lokal dengan jalan mengumpulkan bekicot yang banyak terdapat di kebun pisang, kelapa, serta semak belukar. Bekicot yang baik dijadikan bibit adalah yang tidak rusak/cacat yang sementara waktu dan yang besar dengan berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.
    2. Reproduksi dan Perkawinan
      Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir (50-100). Jumlah produksi telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dari 2 mm.
    3. Proses Kelahiran
      Telur bekicot akan menetas setelah usianya cukup. Pada waktu telur itu menetas dan menjadi anak cangkang, biasanya tidak ditunggui induknya. Begitu bekicot selesai bertelur, telurnya ditinggalkan begitu saja. Telur bekicot akan pecah sendiri melalui proses alam. Penetasan bekicot hingga menjadi anak tergantung pada keadaan tempat dan waktu tetas. Bilamana tempat itu memenuhi syarat (sempurna) seperti kelembaban tanah, iklim dan cahaya yang mencukupi, maka telur akan cepat menetas. Sebaliknya jika keadaan tanah/iklim kering dan tempatnya kurang menguntungkan maka telur akan lambat menetas.
  3. Pemeliharaan
    Pemeliharaan bekicot bisa dilakukan dengan cara terpisah dan bisa juga secara campuran di dalam suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat khusus tetapi ada keuntungannya. Misalnya, anak bekicot bisa diketahui perkembangannya secara tepat, baik besarnya maupun usianya. Dengan demikian, tidak sulit untuk memberikan perawatan secara khusus. Bagi peternak bekicot sangat mudah kiranya apabila perawatan anak bekicot itu dilakukan di tempat khusus. Adapun makanan anak bekicot bisa diberi makanan dengan sejenis ganggang (lumut), pupus daun dan sedikit zat kapur. Harus diingat hendaklah tempatnya selalu teduh dan lembab. Setelah anak bekicot berusia dua/tiga bulan, hendaklah dipindahkan kekandang pembesaran. Keberhasilan budidaya bekicot tergantung pada cara perawatan dan pemeliharaan teknis selama diternakkan. Beberapa perawatan teknis dalam budidaya bekicot diantaranya meliputi:
    1. Menjaga kelembaban lingkungan
      Bekicot sangat suka tempat yang lembab sehingga untuk mempertahankan kelembaban lingkungan dapat digunakan atap atau perlindungan lain. Pada musim panas kelembaban lingkungan dapat dipertahankan dengan menyiramkan air lokasi peternakan setiap hari.
    2. Mempertahankan kondisi lingkungan
      Bekicot menyukai tempat yang lembab, namun bukan berarti pada tanah yang becek. Sehingga diperlukan usaha untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang sesuai dengan yang dikehendaki bekicot.
    3. Pemberian pakan yang bermutu secara teratur
      Agar hasil budidaya berhasil dengan baik diperlukan pemberian pakan yang bermutu dan teratur. Pemberian pakan berpedoman pada mutu pakan dan kebiasaan waktu makan. Mutu makan yang baik akan menentukan kualitas daging bekicot. Mutu pakan yang baik dapat dipenuhi dengan memberi pakan berupa daun-daunan yang disukai dan buah-buahan. Misalnya; daun dan buah pepaya, daun bayam, buah terung mentimun, swai dan lain sebagainya.
    4. Menjaga areal agar tidak dimasuki hewan lain
      Agar bekicot dapat tumbuh baiak tanpa gangguan dari hewan yang merupakan musuhnya dan hewan yang dapat merebut makanannya maka lahan budidaya harus dijaga agar tidak dapat dimasuki hewan-hewan lain.
    5. Menjaga bekicot agar tidak keluar dari areal pemeliharaan
      Untuk menjaga agar bekicot tidak keluar dari areal dapat dilakukan hal sebagai berikut:
      1. membuat tutup kandang (bila budidaya bekicot dalam kandang)
      2. membuat pagar yang bagian atasnya diolesi dengan detergen
      3. menabur abu atau garam disekeliling pagar bagian dalam.
7. HAMA DAN PENYAKIT

Sampai saat ini belum banyak diketahui tentang adanya hama atau penyakit yang dapat menyebabkan kematian bekicot, kecuali semut, bebek dan itik.

8. PANEN

Dengan pemeliharaan cukup baik, bekicot mulai dapat dipanen setelah 5-8 bulan. secara fisik dapat dilihat apabila panjang cangkang telah mencapai 8-10 Cm, maka bekicot telah siap untuk diambil dagingnya. Hasil utama dari ternak bekicot adalah dagingnya, yang dapat diolah langsung dengan dibuat sate, keripik, dendeng/masakan segar lainnya dan dapat juga diolah dalam bentuk kalengan. Ada juga permintaan dalam keadan hidup. Disamping itu daging dari bekicot ini dapat dijadikan tepung, yang pengolahannya melalui proses pengeringan terlebih dahulu.
  1. Hasil Tambahan
    Disamping diambil dagingnya, kulit/cangkang bekicot juga laku untuk dijual. Baik untuk bahan dasar obat-obatan/dibuat tepung untuk tambahan makanan
    untuk hewan ternak yang membutuhkan tepung berbahan dasar yang mengandung zat kapur.
  2. Penangkapan
    Bekicot dikumpulkan di dalam kotak kardus/peti dari kayu dan jangan menggunakan karung goni karena dapat mengakibatkan kulit bekicot pecah. Setelah dimasukkan dalam peti, pertama sekali perlu dilakukan pencucian agar terhindar dari semua kotoran dan lumpur yang melekat pada cangkangnya. Pencucian ini dengan cara menyemprot bekicot dengan air bersih. Setelah itu, Bekicot di karantina selama 1-2 hari/malam tanpa diberikan makan agar
    kotoran dan lendirnya keluar sebanyak mungkin.
9. PASCAPANEN

Setelah dilakukan penagkapan dan pengumpulan bekicot lalu dilakukan penyortiran dengan jalan membuang bekicot yang mati atau terlalu kecil untuk diolah. Kemudian dilakukan penggaraman, dengan memberikan garam 10-15% dari berat total bekicot, dengan cara diaduk rata. Penggaraman dapat mematikan bekicot sekaligus mengeluarkan lendir sebanyak mungkin. Setelah melalui tahapan penggaraman, segera direbus dengan air garam 3% selama 10 menit, kemudian diangkat dan disemprot dengan air dingin, baru dilakukan pencukilan daging. Perebusan kedua dilakukan setelah bagian perut dibuang dan kotoran lainnya dalam larutan garam 3%. Cara ini bertujuan untuk menghilangkan lendir dan daging menjadi lebih lunak. Kemudian daging tersebut dibungkus dan dikemas dalam karton.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
  1. Analisis Usaha Budidaya
    Perkiraan analisis budidaya bekicot metoda kebun di daerah Kediri (Jawa Timur) dengan luas lahan 4.000 m 2 pada tahun 1999.
    1. Biaya Produksi
      1. Sewa Lahan 4.000 m 2 Rp. 200.000,-
      2. Bibit induk 100 ekor @ Rp. 50,- Rp. 5.000,-
      3. Pembuatan Pagar dan saluran 5 HOK @ Rp. 5.000,- Rp. 25.000,-
      4. Bambu pagar 10 btg @ Rp. 2.000,- Rp. 20.000,-
      5. Pakan dan Pemeliharaan Rp. 120.000,-
      6. Panen dan pasca panen Rp. 100.000,-
      7. Lain-lain Rp. 30.000,-
        Jumlah Biaya Produksi Rp. 500.000,-
    2. Pendapatan
      • Bekicot siap panen 30.000 ekor = 100 kg @ Rp. 100,- Rp. 10.000,-
      • Anak bekicot 60.000,-
      • Telur bekicot 9.030.000 butir
        Selanjutnya hasil panen dapat dilakukan setiap hari 100 kg dan pendapatan tiap bulan adalah Rp. 300.000,- dan perkembangan bekicot dari telur menjadi bekicot dan bekicot bertelur dan seterusnya.
    1. Keuntungan
      Dari budidaya bekicot tersebut dapat didapat keuntungan Rp. 180.000,-setiap bulannya dan Rp. 6.000,- setiap harinya.
  1. Gambaran Peluang Agribisnis
    Daging bekicot merupakan komoditi eksport yang menjanjikan, karena harganya yang cukup mahal dipasaran internasional. Pada periode Januari-Juli 1988 harga ekspor daging bekicot US $ 1,82 per kg. Hal ini menyebabkan menculnya Peternakan Inti Rakyat (PIR) dengan komoditi bekicot. Kini telah banyak berdiri perusahaan-perusahaan pengelola daging bekicot, yang dapat memperlancar pemasaran pasaran sebagai komoditi eksport.
11. DAFTAR PUSTAKA
  1. Kusnin Asa. 1984. Budidaya Bekicot. Bhratara Karya Aksara. Jakarta
  2. Pinus L. 1988. Beternak Bekicot untuk Perancis, dalam Trubus, Febuari
  3. Victor Zebua (1988). Bekicot Melimpah Cacing Daun Bertingkah, dalam Harian Kedaulatan Rakyat, 17 September 1988.
  4. Naryo Sadhori S. 1997. Teknik Budidaya Bekicot. Balai Pustaka. Jakarta.  ***

Cara Mencangkok Tanaman Yang Baik

     Para pengunjung situs ini, Anda akan diajarkan bagaimana cara mencangkok tumbuhan yang baik, teknik ini saya dapatkan dari buku "Cangkok Dengan Sukses" terbitan Balai Pustaka. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda.

Sediakan peralatan sebagai berikut :
    1. Dua (2) lembar plastik polybag yang telah dilubangi.
    2. Sebuah pisau kecil/pemes/silet
    3. Sebuah guntingan tumbuhan.
    4. Satu meter tali rafia dan dibagi menjadi 2.
    5. Sedikit kapas dan air bersih.
    6. Desinfektan untuk tumbuhan.
    7. Tanah bakar secukupnya.
Setelah itu, ikutilah langkah - langkah berikut :
  1. Pilihlah dahan yang tidak terlalu tua(keras) dan juga tidak terlalu muda
  2. Setelah menemukan dahan yang sesuai, maka kira-kira dengan panjang sekitar 10 cm, kuliti kulit dahan tersebut menggunakan pisau silet
  3. Kuliti dengan hati - hati, dan jangan sampai merusak jaringan penting yang ada pada dahan pohon tersebut
  4. Setelah itu, gunakan basahi kapas dengan air bersih dan bersihkan bagian dahan yang dikuliti tadi
  5. Basahi kapas dengan desinfektan tumbuhan agar dahan tersebut tidak terinfeksi oleh bakteri maupun virus
  6. Letakkan plastik membungkusi dahan bagian bawah, kemudian isi dengan tanah bakar
  7. Bungkus dengan plastik kedua seperti membungkus permen
  8. Ikat kedua ujungnya dengan tali rafia sehingga dapat membungkusi seluruh dahan pohon yang dikuliti tadi
  9. Siramlah cangkokan tersebut dengan sejumlah air bersih
Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
    • Kerjakan dengan hati - hati terutama saat menguliti sebab
      • Pembuluh tapis pada tumbuhan jika rusak akan menyebabkan kegagalan pencangkokan
      • Jaringan disekitar bawah kulit tumbuhan sangat lemah dan rentan akan infeksi bakteri maupun virus
    • Pilihlah dahan yang kira-kira memiliki diameter antara 5 cm hingga 7 cm
    • Untuk penyiraman tidak membutuhkan air banyak dan hanya perlu disirami sekali dalam sehari untuk menghindari pembusukan
      Jika Anda mengikuti langkah - langkah diatas, dijamin bahwa hasil cangkokan Anda akan berhasil dalam kurun waktu sekitar 2 bulan.
      Selamat mencoba, semoga berhasil!  ***

Minggu, 13 November 2011

Guru SD Jepara, Juara Menulis Novel Tingkat Jawa Tengah

    Yusuf Afandi, S.Pd.SD., guru SDN 4 Bategede, Nalumsari, Jepara, berhasil meraih juara kedua sayembara menulis novel yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT). Sayembara ini merupakan program Komite Sastra DKJT tahun 2011.
       Penyerahan hadiah lomba bertempat  di Baturaden, Purwokerto, Jawa tengah, pada tanggal 22 Oktober 2011. 
       Sebagai juara kedua, dengan novel yang berjudul “Pemanah Matahari”, Yusuf Afandi berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar  lima juta rupiah. Sebagai juara pertama adalah Andri Saptono dengan judul “Candik Ayu di Atas PG Colomadu”, mendapatkan tujuh juta limaratus ribu rupiah. Dan juara ketiga Muhammad Zuhri dengan judul “Kota Anjing”, mendapatkan dua juta limaratus ribu rupiah.
       Pemanah Matahari  ini, menurut pengakuannya, diselesaikan dalam waktu kurang lebih empat tahun. Lamanya penyelesaian novel ini, karena pada awalnya novel ini ditulis bukan semata-mata untuk mengikuti sayembara, tapi hanya untuk mengisi waktu luangnya di malam hari, setelah siangnya mengajar di sekolah. Itupun tidak setiap malam dikerjakannya. Bahkan, kadang-kadang berminggu-minggu tidak pernah disentuhnya.  Apalagi jika banyak kesibukan lain, yang membuatnya kurang bisa berkonsentrasi.  Kesibukan lain yang digemarinya adalah menulis di Blog. Yusuf sekarang mengelola tiga blog, yaitu blog pribadi, SDN 4 Bategede dan PPK Kecamatan Nalumsari untuk Pilbup Jepara 2012.
     Selain mempunyai hobi menulis, Yusuf Afandi  juga gemar bermain catur. Yusuf adalah juga seorang atlit catur Kabupaten Jepara, dan sudah mendapatkan gelar Master Percasi. Yusuf juga pernah memperkuat Jateng, pada tahun 2003, sebagai atlit catur cepat. 
Yusuf juga melatih catur di Kecamatan Nalumsari, baik untuk atlit catur yunior maupun senior, untuk persiapan POPDA SD dan PORKAB Jepara. Dan, juga melatih bermain catur secara gratis, untuk siswa SD dan SMP di rumahnya. 
Pada POPDA Tingkat Kabupaten Jepara, beberapa anak didiknya, Burhanudin juara II (2008) dan Yulio Anugerah Agung juara III (2009) dari SDN 1 Bategede, Fahmi juara III (2010) dari SDN 2 Pringtulis. Dan pada POPDA SD 2011 dan Kejurprov Jateng 2011, salah satu anak didiknya Diana Rofiah (SDN 4 Bategede) berhasil meraih juara satu tingkat Kabupaten Jepara dan juara empat tingkat Provinsi Jawa Tengah.
            Sebelum bertugas di Kabupaten Jepara, Yusuf bertugas di SDN 5 Jambu, Taba Penanjung, Bengkulu Utara,  Provinsi Bengkulu, tahun 1993 s.d. 2002. 
       Selama bertugas di Bengkulu, Yusuf juga aktif  menulis di surat kabar lokal, bermain catur dan berkecimpung dalam dunia kependidikan.
         Dalam catur, kenangan manis yang tak pernah bisa dilupakannya adalah ketika bertanding catur di Provinsi Jambi, mewakili Bengkulu, Juni 1997, dalam rangka PORWIL se-Sumbagsel ( Lampung, Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan ), Yusuf meraih medali emas.
Dalam dunia pendidikan, pada bulan November 1997 saat dikirim ke PPPG Parung Bogor, mewakili Provinsi Bengkulu, dalam post test Diklat Kemampuan Metodologi Pembelajaran, Yusuf berhasil  mendapatkan peringkat 9 (sembilan) dari 102 peserta, dari seluruh wakil provinsi di Indonesia. 
Pada tahun 1999, lulus seleksi ujian yang diadakan Kanwil Depdikbud Provinsi Bengkulu, untuk menjadi Instruktur Tingkat Provinsi Bengkulu, program Basic Educational Project (BEP) yang dibiayai oleh Bank Dunia, 1999 s.d. 2001,  untuk Mata Pelajaran Matematika. Dan menjadikannya sebagai anggota Tim Instruktur untuk SD/MI Provinsi Bengkulu termuda. 
Kepindahannya ke Kabupaten Jepara,  Juni 2002, membuat karirnya dimulai dari nol lagi. Tapi, Yusuf tetap mensyukurinya.  “Semua pasti ada hikmahnya, dan yang pasti lebih dekat dengan keluarga”, katanya.
           Suami dari Rubiyati, dan ayah dari dua putra: Yusby dan Yulio ini mempunyai motto;    “Mengerjakan apa yang bisa dikerjakan, dengan apa yang dimiliki, di mana pun berada. “  Dan “ Pekerjaan yang besar tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan, tetapi dengan kegigihan”. 


       Dalam kesempatan ini, Yusuf mengucapkan terima kasih kepada istri dan anak-anaknya yang telah mendukung pembuatan novel ini hingga selesai. Dan ucapan terima kasih juga disampaikan Yusuf kepada Pemerintah Kabupaten Jepara dan rekan-rekan seperjuangan yang tidak bisa disebutkan satu persatu, atas dukungan dan ucapan selamat yang telah diterimanya. Mudah-mudahan, semua ini bisa meningkatkan semangat dan motivasinya untuk lebih berprestasi lagi di kemudian hari. Amin. ***

Jumat, 28 Oktober 2011

Menciptakan Mental Juara Pada Anak/Siswa

Sering kali kita melihat anak yang tidak mempunyai semangat untuk ingin mendapatkan sesuatu yang lebih baik atau mempunyai standar yang rendah bagi dirinya sendiri. Hal tersebut merupakan menjadi kendala kesukseksan diri pada anak terutama di masa dewasa atau dapat dikatakan tidak mempunyai mental juara. Mempunyai mental juara tanpa perlu menjadi ambisius bukanlah sesuatu yang instan. Ada proses pembiasaan yang perlu dilakukan sejak dari masa kanak-kanak.
Beberapa pengertian bermental juara antara lain:
§ Bermental juara tidak hanya merujuk pada anak yang mampu memenangkan kompetisi atau lomba tertentu. Anak bisa dikatakan bermental juara pada saat dia berhasil melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Seringkali makna juara yang seperti ini kurang disadari oleh para orangtua maupun anak.
Cara yang dapat ditempuh untuk memiliki mental juara ini adalah dengan mengajari anak untuk menghargai sekecil apapun prestasi yang anak miliki. Orangtua harus membantu anak untuk berhasil dalam setiap langkah atau apapun yang anak lakukan.
§ Bermental juara juga dapat berarti anak yang tangguh menghadapi segala tantangan. Anak perlu ditempa untuk siap menghadapi tantangan dan menjadi anak yang mandiri. Cara membentuk mental juara pada anak adalah dengan tidak selalu membantu anak, tidak selalu menganggap anak masih kecil. Orangtua perlu menyadari kapan anak perlu dibantu dan kapan anak bisa dilepas untuk memecahkan masalahnya sendiri. Selain itu orangtua juga perlu menanamkan motivasi dari dalam diri anak sehingga anak tidak selalu harus disuruh dan ditentukan oleh lingkungannya dalam melakukan sesuatu.
§ Bermental juara dapat berarti juga anak yang mampu menghadapi kekalahan. Dalam hidup, seseorang tidak selalu menghadapi keberhasilan tetapi juga dalam saat-saat tertentu menghadapi kegagalan atau ketidakmulusan. Di sini anak perlu belajar bahwa diperlukan usaha untuk mengatasi ketidakberhasilan.
Manfaat Mental Juara
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari pembentukan mental juara pada anak antara lain:
§ Anak menjadi mandiri, tidak tergantung pada orang lain.
§ Anak menjadi percaya diri dalam melakukan segala sesuatu.
§ Anak tidak cepat putus asa dan mau mencoba lagi apabila mengalami kegagalan.
§ Anak menjadi pribadi yang terbiasa memecahkan masalah.
Aspirasi vs Ambisi
Konsep membentuk mental juara bukanlah dengan menuntut anak untuk selalu menjadi juara. Orangtua harus hati-hati agar memotivasi anak tidak dilakukan dengan cara memaksa. Seringkali orangtua merasa bangga saat anak memenangkan sesuatu, sehingga yang dikejar adalah hasil, bukan proses. Hal tersebut yang bisa menciptakan anak ambisius, di mana anak hanya akan berorientasi pada pencapaian hasil. Apabila anak memahami pentingnya proses maka akan tercipta aspirasi di dalam diri anak. Anak yang memiliki aspirasi akan terinspirasi dan termotivasi untuk senantiasa melakukan yang lebih baik lagi.
Pada anak yang ambisius, anak akan sangat keras berusaha mencapai sesuatu akan tetapi di lain pihak anak akan cepat puas dan bangga pada yang diperolehnya dan berhenti hanya sampai di situ. Berbeda dengan aspirasi yang bersifat jangka panjang dibanding ambisi. Hal terpenting bukanlah menjadi juaranya, tetapi bagaimana usaha anak untuk mencapainya. Anak tidak harus selalu menjadi juara, tetapi menjadi lebih baik dari yang dia lakukan selama ini. Sehingga anak lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan.
Latih Mental Juara Sejak Dini
Mental juara dapat dibentuk dan dilatih orangtua sejak kecil, terutama begitu anak mulai berinteraksi dengan dunia sekitarnya. Menurut teori Erickson, tahun-tahun pertama merupakan tahun pembentukan dasar kepribadian anak kelak, dan dalam hal ini lingkungan sosial amat berpengaruh. Berikut ini tahap perkembangan anak dalam melatih mental juara:
§ Awal kehidupan anak ditandai dengan adanya trust (percaya) dan mistrust (ketidakpercayaan).
Trust atau rasa percaya menunjukkan adanya perasaan kenyamanan fisik dan sedikit rasa takut. Trust di masa kanak-kanak membentuk harapan dalam kehidupan bahwa dunia ini merupakan tempat yang nyaman. Jika anak tidak merasa nyaman dengan lingkungannya maka yang berkembang adalah rasa mistrust.
Dalam membentuk mental juara dan memotivasi anak harus mementingkan kenyamanan dan kebahagiaan anak, dengan cara-cara yang fun, jangan sampai anak merasa terpaksa dan tidak enjoy terhadap apa yang dilakukannya.
§ Pada usia 1-3 tahun ditandai dengan autonomy (otonomi atau kebebasan pribadi), shame (rasa malu) dan doubt (ragu-ragu).
Pada masa ini anak mulai menemukan dan mengembangkan tingkah lakunya. Jika anak diberi kesempatan untuk mencoba maka akan muncul otonomi. Tetapi jika anak banyak diarahkan dan dilarang maka anak akan menjadi anak yang pemalu atau ragu-ragu. Pada usia ini cukup ideal untuk melepas anak memecahkan masalahnya sendiri, yang merupakan salah satu cara membentuk mental juara.
§ Pada masa anak-anak awal yaitu usia 3-5 tahun ditandai dengan initiative (inisiatif) dan guilt (rasa bersalah).
Masa ini muncul di usia prasekolah, di mana kehidupan sosial anak sudah lebih berkembang. Saat anak mulai aktif, banyak perilaku perlu dikembangkan agar anak bsa mengatasi atau beradaptasi dengan lingkungannya.
Anak belajar untuk bertanggungjawab atas berbagai hal, misalnya menjaga barang-barang milik anak sendiri. Berkembangnya rasa tanggung jawab akan menanamkan rasa inisiatif pada anak. Sebaliknya akan muncul anak yang memiliki rasa bersalah dan cemas karena tidak memiliki rasa tanggung jawab dan tidak diberi kesempatan untuk mandiri. Pengalaman dari lingkungan akan menjadikan anak memiliki rasa percaya pada dunianya, mandiri, penuh inisiatif, dan siap menghadapi apapun dalam dunianya. Hal-hal inilah yang merupakan esensi mental juara.
Hal yang Perlu Diwaspadai
Dalam membentuk mental juara serta memotivasi anak ada beberapa hal yang perlu diwaspadai yaitu:
§ Anak yang selalu atau sangat sering menjadi juara kerap menjadi lebih down ketika mengalami kegagalan. Terlebih lagi jika orang-orang di sekitarnya bersifat menyalahkan, anak bisa merasa tidak berharga dan tidak dicintai lagi karena sudah gagal. Hal tersebut yang biasanya terjadi apabila orangtua dan lingkungan anak lebih mengutamakan hasil daripada proses, akibatnya penghargaan diri anak menjadi relatif rendah.
§ Munculnya sifat angkuh atau sombong pada anak yang sering menjadi juara. Sekecil apapun pencapaian anak perlu dihargai. Di sisi lain apa yang menjadi kelemahan atau kekurangan anak perlu dievalusi dan dicari solusinya. Pujian maupun evaluasi hendaknya diberikan secara proporsional. Dengan demikian anak tidak menjadi sombong tetapi masih mau berusaha untuk lebih baik di kesempatan yang akan datang.
§ Adanya sifat individualis anak perlu dihindari ketika menanamkan mental juara. Anak bermental juara justru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Anak yang menghargai dirinya sendiri berdasar proses, biasanya juga akan menghargai orang lain. Anak perlu diajarkan memahami siapa dirinya, mengetahui apa kelebihan dan kelemahan dirinya sehingga anak akan tahu perannya, apa yang dia miliki, dan apa yang dia bisa lakukan. Bila hal tersebut sudah tercapai, anak akan bisa mandiri tanpa melupakan hakikatnya sebagai makhluk sosial.
§ Membanding-bandingkan anak dengan temannya sama sekali bukan cara ideal untuk memotivasi anak. Yang bisa dibandingkan adalah pencapaian yang dilakukan anak, misalnya nilai anak yang lebih bagus saat dia rajin belajar dibandingkan saat dia malas-malasan. Itupun harus disampaikan dengan alasan-alasan yang logis dan bukti-bukti, secara tegas namun tidak terkesan menyalahkan anak.
Mental juara pada anak dapat dibentuk atau dilatih oleh siapapun, termasuk dari orangtua yang pernah gagal atau tidak terlalu sukses. Apabila orangtua bisa memiliki kepribadian yang positif dan memiliki motivasi serta keinginan untuk mengembangkan anaknya dalam lingkungan yang sehat dan tidak ada paksaan, diharapkan anak bisa tangguh menghadapi tantangan dan mempunyai mental juara karena setiap anak mampu menjadi juara.***