Senin, 17 Oktober 2011

Membangkitkan Motorik Halus dengan Menggambar

Hampir setiap anak gemar menggambar dan mewarnai. Menurut Drs. Agus Moelione, seorang pakar pendidikan dari Yayasan Pendidikan Anangga Diipa, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi anak, bukan hanya bagi pengembangan seni melainkan juga sebagai penumbuh kreativitas, alat untuk mengungkapkan ide, perasaan, serta emosi anak. Melalui kegiatan ini pula, motorik halus anak dilatih dan akan sangat berguna ketika anak mulai belajar menulis di usia sekolah. Disamping itu, kegiatan menggambar dan mewarnai dapat mengasah otak kanan, otak kiri dan hati nurani anak.

Kegiatan motorik halus sebaiknya sudah diperkenalkan kepada anak-anak usia prasekolah. Tentu saja hal ini seiring dengan kegiatan motorik kasarnya. Mengapa hal ini perlu dilakukan ? Sebab kegiatan motorik halus merupakan langkah awal bagi pematangan dalam hal menulis dan menggambar. Anak-anak memerlukan persiapan yang matang sebelum mereka bersekolah, sehingga kelak diharapkan mereka mampu menguasai gerakan-gerakan yang akan dilakukan nantinya pada saat bersekolah.



Sudah menjadi ciri khas,  hampir semua anak memiliki sifat ingin tahu yang tinggi, memiliki imajinasi yang alami, serta kreatif. Anak-anak akan beradaptasi dan merespon dengan cepat ketika mereka berinteraksi dengan orang-orang atau benda yang ada dilingkungannya. Mereka sangat tertarik dengan berbagai hal, seperti bagaimana sesuatu bekerja atau mengapa sesuatu terjadi sebagaimana sesuatu itu terjadi.

Definisi

Apa sebetulnya yang dimaksud dengan keterampilan motorik halus ? Keterampilan motorik halus (fine motor skills) adalah aktivitas-aktivitas yang memerlukan pemakaian otot-otot kecil pada tangan. Aktivitas ini termasuk memegang benda kecil seperti manik-manik, butiran kalung, memegang sendok, memegang pencil dengan benar, menggunting, nelipat kertas, mengikat tali sepatu, mengancing, dan menarik ritsleting. Aktivitas tersebut terlihat mudah namun memerlukan latihan dan bimbingan agar anak dapat melakukannya secara baik dan benar.

Keterampilan Motorik Halus

Keterampilan motorik halus ternyata memang harus melalui proses latihan yang rutin, berkelanjutan dan tepat sasaran. Hal ini bisa dibuktikan karena tidak semua anak pandai menggerakkan tangannya, misalnya ada seorang anak yang kesulitan ketika ia akan memegang sebuah bola pimpong, bola tersebut selalu lepas ketika akan diraihnya, tetapi ada anak lainnya dengan begitu mudah memegangnya.

Mengapa ada anak yang mengalami kesulitan dalam keterampilan motorik halus ? Hal ini juga diakibatkan karena pesatnya kemajuan teknologi. Adanya permainan melalui video games atau komputer  telah menyebabkan anak-anak kurang menggunakan waktu mereka untuk permainan yang memakai motorik halus. Tentu saja hal ini dapat menyebabkan berkembangnya otot-otot halus pada tangan mereka kurang berkembang. Keterlambatan perkembangan otot-otot ini berdampak pada anak yang mengalami kesulitan menulis ketika mereka mulai masuk sekolah. Beberapa anak menunjukkan keterlambatan dalam kemampuan motorik halus karena keterlambatan tumbuh kembang atau diagnosa medik seperti down syndrome atau cerebral palsy (cacat mental).

Cara Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak

Melatih anak dengan berbagai kegiatan yang positif seperti menggambar dan mewarnai merupakan salah satu cara meningkatkan keterampilan motorik mereka. Beberapa keterampilan tangan yang penting bagi anak untuk dikembangkan adalah :

  1. Mampu melengkungkan telapak tangan membentuk cekungan (palmar arching)
  2. Menggunakan jari telunjuk dan jempol untuk memegang suatu benda, sambil menggunakan jari tengah dan jari manis untuk kesetabilan tangan mereka (hand side separation).
  3. Membuat bentuk lengkung dengan jempol dan telunjuk (open web space)
 
 
Aktivitas-aktivitas untuk Mengembangkan Keterampilan Motorik Halus Anak

1. Vertical Surfaces (permukaan vertikal)

Melalui latihan pada permukaan vertikal akan membantu mengembangkan otot-otot kecil pada tangan dan pergelangan, sekaligus otot-otot yang lebih besar (motorik kasar) pada lengan dan punggung. Otot-otot yang besar diperlukan untuk membantu kestabilan sementara melakukan tugas motorik halus. Menggambar dan mewarnai pada papan tulis atau sepotong kertas yang ditempel di dinding adalah cara yang paling mudah untuk menggunakan permukaan vertikal. Aktivitas lain misalnya menggambar dan bermain dengan odol/krim cukur pada ubin di kamar mandi pada saat mandi, ‘menggambar’ pagar rumah dengan air dan kuas, atau mencopot dan memasang magnet pada kulkas.

 
2. Merobek dan Meremas

 
Melalui latihan merobek dan meremas kertas dapat membantu mengembangkan otot halus pada tangan, yang juga digunakan untuk menulis. Buatlah anak merobek kertas koran atau kertas bekas dengan jari-jarinya dan meremasnya menjadi bola-bola untuk membuat prakarya (misalnya orang-orangan, boneka beruang), atau sekedar melemparnya masuk ke dalam kaleng sampah. Setelah mereka bisa membuatnya, perintahkan mereka untuk meremas kertas hanya dengan satu tangan. Terakhir, buatlah anak meremas kertas tisu menjadi bola kecil hanya dengan menggunakan ujung jari. Tempelkan bola-bola tisu ini pada papan untuk membuat suatu gambar.

Anda bisa juga melakukan dengan permainan yang berbeda, misalnya suruh anak-anak tersebut merobek kertas berwarna atau kertas tisu, lalu minta mereka menempelkan potongan kertas tersebut menggunakan lem pada berbagai material untuk membuat gambar mosaik (gambar yang terbentuk dari potongan-potongan kertas berwarna-warni).

3.Menggambar dan Mewarnai

 
Sering kali terjadi anak-anak diminta untuk menggunakan pensil, krayon, dan marker padahal tangan mereka belum siap menggunakn alat-alat tulis tersebut. Tentu saja hal ini bisa menyebabkan pembelajaran memegang pensil dengan cara yang tidak efisien, yang pada akhirnya menjadi masalah.

Agar anak-anak bersemangat belajar memegang alat tersebut dengan benar, berilah mereka alat-alat tulis yang bisa membantu perkembangan keterampilan motorik halus. Misalnya, crayon yang pendek (tidak lebih dari 5 cm panjangnya), akan membuat anak menggunakan keterampilan tangannya dari pada seluruh tangan. Kapur tulis berbentuk bulat telur akan membuat anak menggunakan teknik open web space (lihat di atas). Terakhir, menggambar dan mewarnai pada permukaan vertikal akan menempatkan pergelangan tangan pada sudut yang tepat untuk membentuk palmar arching.  ***

 


 



 
 
 

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar